Kirab Kerbau Malam 1 Suro


Ribuan orang di Solo dan sekitarnya rela berdesak-desakan untuk menyaksikan kawanan kerbau bule atau albino milik Kraton Kasunanan Surakarta yang diarak dalam kirab pusaka malam pergantian tahun baru hijriah.

Tidak semua kerbau bule milik Kraton dikeluarkan dalam kirab, Jumat (18/12/2009) dinihari. Hanya enam kerbau yang dikirabkan, padahal semuanya ada belasan ekor yang biasanya dikandangkan di alun-alun selatan kraton.
Seperti tradisi kirab malam satu suro setiap tahunnya, kerbau-kerbau tersebut selalu menjadi ujung rombongan pembawa pusaka yang dikirabkan oleh kraton. Tahun ini ada 13 pusaka Kraton Surakarta berbagai jenis yang dikirabkan oleh pihak kraton di bawah perintah Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.
Sejak sore hari, ribuan orang telah memadati pinggiran jalan yang akan dilewati kirab pusaka. Ada yang hanya sekedar ingin melihat dari dekat, namun tidak sedikit pula yang bermaksud ngalap berkah dari pusaka-pusaka tersebut.
Rute yang dilewati sekitar 7 km berputar searah jarum jam mengelilingi garis luar kraton. Sekeluar dari kompleks kraton rombongan kirab menuju alun-alun utara, Jalan Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, alun-alun utara, kembali masuk kraton menjelang pagi hari.
Keramaian malam satu suro di Solo tidak hanya terpusat di Kraton Kasunanan saja. Pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB tadi, Istana Mangkunegaran juga menggelar kirab pusaka mengelilingi tembok istana. Ritual tersebut juga menyedot perhatian ribuan orang untuk menyaksikan.
Jika PB XIII Hangabehi menggelar kirab pusaka dan kerbau di dalam kraton, PB XIII Tedjowulan menggelar acara malam satu suro di Sasono Purnomo di Kampung Badran, Solo. PB XIII Tedjowulan menggelar acara bersama sekitar 200 abdi dan kerabatnya. Acara yang diadakan berupa pisowanan dan doa bersama. (detik)

0 komentar:

Posting Komentar